perbaikan peripherial

Perbaikan Peripheral
1) Pengertian
Periferal komputer merupakan peralatan pendukung dari sebuah PC. Terkadang periferal tersebut tidak bekerja sebagaimana fungsinya atau rusak. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan pada periferal tersebut. Sebelum melakukan perbaikan, perlu disusun langkahlangkah persiapan perbaikan sebagai berikut :
– Mempersiapkan alat-alat bantu yang digunakan untuk perbaikan,
– Mendiagnosa kerusakan-kerusakan yang terjadi
– Menemukan bagaimana cara melakukan perbaikan periferal tersebut,
– Melakukan perbaikan periferal
Sedangkan untuk melakukan perbaikan periferal, dibutuhkan beberapa alat bantu atau tools-kit sebagai berikut :
– Obeng
– Tang
– Kuas
– Kain kering atau tisu dan cairan pembersih
– Penyedot debu mini / vacum cleaner

2) Peralatan yang dibutuhkan untuk perbaikan periferal:

a) Obeng
Obeng merupakan alat yang paling penting dalam melakukan perbaikan periferal. Obeng sangat berguna sekali untuk membongkar dan memasang periferal untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. Obeng ada bermacam-macam bentuknya. Mulai dari obeng (+) ,obeng (-), serta obeng bintang/kembang. Untuk melakukan perbaikan periferal perlu dipersiapkan obeng dari berbagai ukuran.

b) Tang
Untuk melakukan perbaikan periferal, digunakan tang cucut dan tang kombinasi. Tang cucut banyak digunakan untuk memegang kepala skrup atau jumper yang kecil.

c) Kuas
Kuas digunakan untuk membersihkan komponen periferal dari debu dan kotoran-kotoran yang menyebabkan kerusakan. Karena masalah kotoran seringkali menjadi penyebab periferal tidak dapat berfungsi lagi dengan baik.
d) Penyedot debu mini
Penyedot debu mini fungsinya hampir sama dengan kuas, yaitu untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada periferal. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang beragam dimaksudkan untuk disesuaikan luas sempitnya sudut-sudut pada periferal. Alat ini sangat tepat digunakan untuk membersihkan kotoran yang terdapat pada keyboard, fentilasi udara pada monitor dan pada fan.
e) Kain kering atau tisu dan cairan pembersih
Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan kotoran yang mungkin sangat sulit untuk dibersihkan dengan memakai kuas atau vacum cleaner. Kotoran atau debu yang sangat tebal dapat menghambat kinerja periferal. Tisu juga dapat digunakan untuk memperlancar aliran tinta pada cartridge printer injek, karena sifatnya yang mudah menyerap cairan. Sedangkan cairan pembersih dapat digunakan untuk membersihkan layar monitor, casing, body monitor, dan body printer.

1) Langkah – langkah melakukan perbaikan periferal
Untuk melakukan perbaikan periferal, perlu dilakukan diagnosa awal kerusakan pada periferal tersebut. Kemudian menentukan langkahlangkah perbaikan dengan baik, dan melakukan cek ulang fungsi periferal tersebut untuk melihat hasil perbaikan tersebut.
a) Keyboard
Ada beberapa kerusakan yang kemungkinan terjadi pada keyboard yaitu :

Gambar 6. Keyboard PC
(1) Keyboard tidak terdeteksi oleh PC

Kerusakan yang sering terjadi pada keyboard adalah tidak dikenalnya keyboard oleh komputer. Pada saat proses booting, tiba-tiba komputer macet dan muncul pesan kesalahan “Keyboard error or no keyboard present”. Pesan tersebut diartikan bahwa pada saat proses booting, komputer tidak mendeteksi adanya keyboard. Jika terjadi hal seperti tersebut diatas, yang perlu dilakukan adalah :
– Matikan kembali komputer dan cek apakah kabel keyboard telah tertancap dengan benar ke CPU.
– Jika perlu lepas dan tancapkan kembali kabel keyboard tersebut untuk meyakinkan bahwa koneksi sudah tepat.
– Jika komputer dihidupkan kembali, dan pesan kesalahan masih muncul, kemungkinan pertama adalah keyboardnya yang rusak.
– Coba dengan keyboard yang lain untuk memastikan bahwa keyboard nya yang rusak.
– Jika dengan mengganti keyboard pesan kesalahan masih tetap muncul, berarti bukan keyboard yang rusak. Tetapi bisa saja port keyboard di motherbord yang rusak.
(2) Masalah kedua terjadi pada tombol keyboard Kerusakan lain yang sering terjadi pada keyboard adalah tombol keyboard sering macet untuk ditekan, atau tombol keyboard tertekan terus. Hal itu mungkin disebabkan oleh debu yang sudah menumpuk di sela-sela tombol keyboard sehingga menyebabkan keyboard macet. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan pembersihan pada keyboard. Keyboard dapat dibersihkan dengan menyedot atau menyemprotnya dengan vacuum cleaner atau dapat memakai kuas. Dan juga dapat dibersihkan dengan menggunakan kain lap yang dibasahi dengan cairan pembersih atau alkohol. Ingat bahwa proses pembersihan harus dilakukan pada saat komputer mati dan keyboard dilepas dari portnya.

b) Mouse
Ada beberapa kerusakan yang sering terjadi pada mouse yaitu :
Gambar 8. Mouse PC

(1)Mouse tidak terdeteksi oleh PC
Masalah yang sering terjadi pada mouse adalah mouse tidak dikenal oleh komputer. Pada saat proses booting, komputer memunculkan pesan bahwa windows tidak mendeteksi adanya mouse yang terhubung dengan komputer.Analisa pertama sehubungan dengan pesan tersebut adalah kabel mouse tidak terhubung dengan baik. Untuk melakukan perbaikan prosedur yang dilakukan:
•Matikan komputer. Cek apakah kabel mouse telah terpasang dengan benar. Jika perlu lepas dan pasangkan kembali mouse tersebut untuk meyakinkan koneksinya. Pada saat melepas dan memasang mouse komputer dalam keadaan mati agar tidak terjadi konsleting.
•Setelah itu hidupkan kembali komputer. Apabila pesan kesalahan masih muncul, lakukan analisa selanjutnya. Analisa kedua adalah kemungkinan rusaknya driver yang menghubungkan sistem dengan mouse. Untuk itu perlu melakukan pendeteksian ulang driver secara otomatis dengan windows melalui device manager.
Langkah yang dilakukan :
•Klik kanan My Computer pada desktop windows
•Pilih properties>>Hardware>>Device Manager.
•Klik mouse tersebut dengan menggunakan keyboard dengan bantuan tombol Tab.
•Hapus drive mouse yang lama dengan menggunakan tombol Remove.
•Setelah itu restart ulang komputer.
Jika sambungan dan driver mouse sudah benar tetapi ternyata mouse tidak terdeteksi oleh windows, ada kemungkinan mouse rusak. Atau kemudian coba dengan mouse yang lain, apakah terjadi hal yang sama. Apabila masih tetap seperti itu, berarti port PS/2 nya yang rusak.
(2) Pointer mouse yang sering meloncat-loncat

Masalah lain yang sering muncul adalah pointer mouse yang meloncatloncat secara acak sehingga pemakai kesulitan untuk menggunakan mouse secara tepat dan presisi. Pada kondisi ini, kemungkinan yang paling besar disebabkan karena kotornya komponen bola mouse. Karena komponen bola tersebut banyak bersentuhan dengan mouse pad yang tidak selalu bersih.

Langkah untuk mengatasinya adalah:
•Buka penutup bola mouse di bagian bawah dengan memutarnya 90 derajat.
•Keluarkan bolanya dan bersihkan dengan air hangat atau alkohol serta sikat dengan kuas, lalu keringkan.
•Di bagian dalam mouse dapat diamati adanya tiga buah roda. Dua lebar dan satu yang kecil. Kotoran yang menempel pada komponentersebut perlu dibersihkan. Demikian juga dengan kotoran yang menempel pada gerigi dan bantalan bola. Lakukan pembersihan dengan hati-hati sehingga tidak merusak komponen-komponen di dalamnya.

c) Fan
Fan merupakan periferal yang sangat penting bagi komputer. Fan sangat berpengaruh pada kinerja komputer karena berhubungan dengan sirkulasi udara pada komputer.
Beberapa masalah yang sering terjadi :
(1) Fan pendingin mati
Masalah yang timbul komputer akan cepat panas, sering hang, reboot dengan sendirinya dikarenakan fan pendingan mati. Langkah – langkah perbaikan adalah:
•Memeriksa fan yang terdapat dalam casing komputer apakah kabel power sudah terpasang dengan baik.
•Bersihkan kotoran-kotoran yang ada didalamnya.
•Lepas penutup poros fan, serta diberi sedikit pelumas supaya gerakan fan tidak ada hambatan.
•Jika sambungan kabel power sudah benar dan fan sudah bersih dari kotoran tetapi masih tetap mati, kemungkinan besar fan rusak.
(2) Bunyi fan yang berisik

Masalah yang lain adalah fan terlalu berisik. Ketika komputer sedang digunakan, suaranya terdengar sangat berisik sehingga sering mengganggu konsentrasi terhadap pekerjaan. Untuk mengetahui dari mana asalnya suara fan tersebut, langkah yang diambil :
•Matikan komputer dan buka casing komputer lalu hidupkan komputer dalam keadaan casing terbuka.
•Cek apakah mungkin ada kabel yang menyangkut pada fan.
•Jika ada kabel yang menyangkut pada fan, rapikanlah agar tidak mengenai fan.

d) Monitor

Monitor merupakan komponen output yang digunakan untuk menampilkan teks atau gambar ke layar sehingga dapat dinikmati oleh pemakai. Kerusakan yang sering terjadi :

Gambar 15. Monitor PC

(1) Monitor tidak mau menyala.
Pada saat proses booting komputer, tombol power yang terdapat pada monitor sudah ditekan tetapi monitor tetap gelap dan tidak mau menyala.

Jika masalahnya monitor tidak menyala, maka prosedur yang dilakukan adalah :
•Pastikan bahwa tombol power dalam keadaan ON.
•Jika lampu indikator tidak menyala, lihat kabel power baik pada monitor maupun yang ke arah outlet listrik. Pastikan bahwa pemasangan sudah benar.
•Apabila tetap tidak menyala, gantilah dengan kabel power lain.
•Jika lampu indikator pada monitor hidup dan berwarna orange atau berkedip-kedip, cek kabel video yang menghubungkan monitor dengan CPU apakah sudah terpasang dengan baik dan benar. Pastikan sudah terpasang dengan benar.
•Apabila dengan pengecekan di atas masalah ini tetap tidak teratasi berarti ada problem pada sinyal video board adapter CRT.
(2) Monitor menjadi gelap saat loading windows
Masalah lain yang bisa timbul adalah monitor menjadi gelap saat loading windows. Kemungkinan besar disebabkan karena setup driver untuk monitor tidak tepat. Yang sering terjadi adalah karena dalam keadaan ON screen display setting, setting frekuensi terlalu tinggi.
Untuk mengatasinya :
•Lakukan booting windows dalam keadaan safe mode dengan cara menekan F8 saat komputer loading windows.
•Lakukan instalasi ulang driver VGA Card. Setelah itu pilih jenis monitor yang cocok yang akan menentukan frekuensi maksimal yang akan ditampilkan oleh windows.

(3) Ukuran tampilan tidak sesuai dengan keinginan

Masalah lain yang bisa terjadi pada monitor adalah ukuran tampilan tidak sesuai dengan keinginan. Terdapat font, ikon, menu dan semua tampilan pada monitor yang terlalu besar atau malah terlalu kecil. Hal tersebut di atas berhubungan dengan resolusi monitor yang mungkin terlalu tinggi ataupun terlalu rendah sesuai dengan selera pengguna. Untuk mengubahnya, bisa melalui display properties. Caranya adalah:

•Lakukan klik kanan di sembarang tempat di desktop. Kemudian akan muncul beberapa menu dan pilihlah Properties.
•Kemudian pilihlah tab Settings. Ubahlah resolusi sesuai dengankeinginan dengan memperbesar ataupun memperkecil nilai yangada di kotak Screen Area, kemudian klik OK. Dalam mengeset resolusi, yang harus diperhatikan adalah kompatibilitas resolusi yang didukung oleh VGA Card dan monitor yang dimiliki. Pemilihan resolusi yang didukung oleh kartu VGA namun tidak didukung oleh monitor yang dimiliki akan menyebabkan monitor tidak menampilkan gambar dengan sempurna.
4) Tampilan pada monitor tampak buram.

Masalah lain adalah tampilan pada monitor tampak buram dan kontras warna tidak bisa diatur secara maksimal. Hal itu cukup mengganggu meskipun secara umum komputer bekerja dengan baik dan tidak banyak gangguan. Permasalahan ini sering terjadi pada monitor yang berusia lebih dari tiga tahun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, karena berhubungan dengan komponen-komponen elektronika di dalam monitor maka akan lebih baik jika harus berkonsultasi langsung dengan ahlinya. Untuk itu perlu dilakukan analisa sebab musabab daripermasalahan tersebut. Monitor dalam pemakaian lama akan mengalami pergeseran warna alami menjadi kebiru-biruan, kemerahan, kekuning-kuningan, atau kehijau-hijauan. Apabila pada setelan nomer muncul warna-warna tidak alami kemungkinan besar sumber masalahnya adalah pada sirkuit driver video yang berada di dalam monitor. Sirkuit driver ini memiliki tiga jalur warna utama yaitu merah, biru, dan hijau. Untuk mengetesnya lakukan dengan menggunakan osciloscope. Gambar dilayar tampak kuyu dengan kontras warna yang tidak bisa diatur secara maksimal. Masalahnya disebabkan oleh fosfor pada tabung katoda, yang berfungsi untuk memancarkan pendaran warna hasil tembakan sinar elektron yang berenergi tinggi. Untuk mengatasinya hal tersebut dapat dilakukan hanya dengan mengganti tabung katoda monitor. Apabila warna monitor yang berganti sendiri ketika monitor dinyalakan dalam jangka waktu lama, besar kemungkinan diakibatkan pada sirkuit video amplifier. Untuk memperbaikinya harus membuka casing-nya, lalu mengencangkan sambungan antara board video amplifier dengan board raster.
(5) Monitor seperti berkedip saat digunakan Pada saat komputer sedang aktif digunakan, monitor sering berkedip. Kemungkinan yang pertama adalah disebabkan karena frekuensi gambar pada layar terlalu rendah. Hal tersebut bisa saja terjadi karena ada masalah dengan setting refresh rate pada komputer. Refresh rate merupakan kemampuan maksimal yang dilakukan monitor untuk menampilkan frame dalam satu detik. Pengaturan refresh rate yang tepat akan memberikan kenyamanan pada mata yang menggunakannya. Monitor yang memiliki refresh rate kecil akan membuat monitor seperti bergerak dan tidak stabil.
Untuk mengatur refresh rate, gunakan menu Display Porperties seperti pada gambar di atas. Pada tab Setting, klik button Advanced lalu akan muncul. Dan pilih tab Monitor. Pada tab tersebut akan ditampilkan pilihan refresh rate yang diinginkan. Cobalah beberapa refresh rate tersebut untuk mendapatkan pilihan yang terbaik bagi monitor.
(6) Bercak kebiru-biruan pada sudut monitor.
Pada salah satu atau beberapa sudut monitor, muncul bercak tidak berwarna atau warna kebiru-biruan yang cukup menganggu penampilan. Masalah ini sering disebabkan karena adanya medan magnet yang dihasilkan dari beberapa piranti elektronik tersebut. Untuk menghilangkan cobalah untuk memakai fitur degaussing yang ada pada menu kontrol monitor. Atau dengan menggunakan magnet yang didekatkan di sudut-sudut monitor supaya warna kembali normal.

e) Printer
Printer merupakan komponen yang digunakan untuk mencetak keluaran dari proses yang dilakukan komputer baik tulisan, gambar maupun grafik secara langsung dengan menggunakan media kertas ataupun lainnya. Ada tiga jenis printer yaitu printer dot matrik, Ink jet dan Laser jet.

Gambar 18. Printer

Masalah yang sering terjadi pada printer :
(1) Printer tidak dapat mencetak

Pada saat proses percetakan akan dilakukan, printer dalam keadaan ON, dan kertas telah terpasang dengan baik tetapi printer tidak mau bergerak dan proses percetakan dinyatakan gagal. Untuk mengatasinya prosedur yang dilakukan :

•Pengetesan printer dengan menggunakan print test page pada driver printer. Untuk melakukan hal tersebut dapat melalui Start>>Setting>>Printers. Kemudian klik kanan pada printer yang digunakan lalu pilih Properties.Dalam tab General, klik tombol Print Test Page.
•Jika setelah tombol ditekan, printer bisa mencetak berarti tidak ada masalah pada printer.
•Jika tidak, berarti ada masalah pada printernya atau pada koneksi port printernya. Cobalah pada komputer lain, jika proses pencetakan berhasil dilakukan berarti kerusakan bukan pada printernya tetapi pada port printer tersebut.
•Jika proses pencetakan gagal berarti ada masalah pada printernya. Untuk mengatasinya coba cek kembali printer mulai dari cartridge sampai koneksi kabel-kabelnya.

(2) Masalah yang kedua adalah printer gagal menarik kertas.
Ketika mencetak menggunakan printer injek, printer tersebut tiba-tiba mengalami gangguan yaitu tidak bisa menarik kertas sehingga proses pencetakan gagal.
Permasalahan tersebut sering terjadi pada printer jenis injek. Umumnya dikarenakan roda penggerak yang sudah mulai licin karena waktu pemakaian yang sudah cukup lama. Bila demikian halnya, lakukan pengamplasan sendiri dengan hati-hati pada bagian roda penariknya. Bersihkan juga roda penggerak dari kotoran yang ada . Kemungkinan lain yang bisa terjadi adalah karena tinta yang hampir habis. Terkadang bila tempat tinta sudah kosong, maka printer tidak akan dapat mencetak dan jika diberikan perintah pencetakan akan terdengar bunyi beep yang berulang-ulang.
(3) Masalah yang ketiga kertas pada printer macet

Ketika sedang mencetak, kertas tersangkut di dalam printer. Hal itu sering terjadi dan meskipun proses cetak berhasil, tetapi kertas hasil cetakan menjadi kotor.
Kertas macet pada printer yang biasa disebut dengan paper jam dapat terjadi karena tumpukan kertas yang terlalu tebal pada paper try printer. Atau jenis kertas yang mudah menempel satu dengan lainnya. Dan juga bisa disebabkan karena toller pada printer yang sudah aus. Untuk mencegah terjadinya paper jam, dapat dilakukan dengan membatasi tebal tumpukan kertas sesuai dengan kapasitas yang didukung oleh printer. Sebelum dipasang pada paper try, ada baiknya kertas dikibas-kibaskan terlebih dahulu agar kertas tidak saling menempel. Dan hindarkan dari debu dan sering dibersihkan. Jika paper jam sudah terjadi pada printer, maka yang harus dilakukan adalah menekan tuas yang tersedia untuk menetralkan roller yang menjepit kertas, kemudian secara perlahan tarik kertas yang menyangkut pada printer. Selanjutnya kembalikan tuas tersebut ke posisi semula. Untukmenemukan tuas tersebut lihatlah pada buku manual printer.
(4) Masalah yang keempat adalah hasil pencetakan tidak bagus.

Masalah lain yang sering muncul adalah hasil pencetakan yang kurang agus atau terlihat putus-putus. Ini disebabkan antara lain karena memang mungkin tinta sudah habis, ataupun cartridge-nya memang kotor.Untuk memastikannya, lepas cartridge dengan hati-hati untuk mengecek apakah tinta sudah habis atau belum. Setelah itu lakukan pembersihan pada mat head nya dengan menggunakan cairan pembersih tinta. Caranya dengan membasahi tisu pembersih dengan cairan pembersih tersebut, dan letakkan mat head catridge pada tisu tersebut. Dalam melakukan hal tersebut, dibutuhkan kehati-hatian yang sangat tinggi, karena jika tidak akan bisa berakibat fatal yaitu rusaknya cartridge.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

pengertian peripherial

pengertian peripheral
. pengertian peripheral:Perangkat input/output yang merupakan bagian dan pendukung sistem. seperti printer, modem, scanner atau termasuk juga kamera digital. Disebut peripheral karena sifatnya sama dengan istilah peripheral dalam kedokteran yang mengacu kepada bagian tubuh luar, seperti tangan & kaki. Secara garis besar , komputer terdiri dari 4 komponen penunjang utama , yaitu perangkat masukan , perangkat pemrosesan , perangkat penyimpanan , perangkat keluaran .1 . Perangkat masukan perangkat masukan merupakan perangkat yan memberikan sinyal masukan kepada sistem komputer .masukan tersebut berupa sinyal input dari maintainance input .a . perangkat masukan langsung dalam peralatan masukan langsung , input langsung diproses CPU tanpa disimpan oleh penyimpan media luar . Contohnya mouse , keyboard , joystick , scaner , microphone , CD-ROM .b . perangkat masukan tak langsung pada perangkat masukan tak langsung , data yang masuk tidak langsung di proses melainkan di rekam dahulu ke medi penyimpan luar seperti pita magnetik . contohnya key – to – tape , key – to – card , dan key – to – disk .2 . Perangkat Pemrosesana . control unit bertugas untuk menerjemahkan perintah atau instruksi secara berurutan yang kemudian di teruskan ke seluruh bagian komputer .b . arithmatic logic unit berfungsi untuk memproses data melalui perhitungan penambahan dan pengurangan , perbandingan – perbandingan serta logika .c . memory penampung / penyimpan data pada proses aplikasi program yang di masukkan ke komputer .3 . Perangkat penyimpanan berfungsi untuk menyimpan data yang telah dimasukkan dan juga menyimpan hasil pemrosesan kerja CPU .a . memory internal memory yang ada dalam CPU yang terdiri dari ROM dan RAM .1 ) . ROM merupakan memory yang bersifat permanen , yang dapat dibaca tetapi tidak dapat diperbaharui .2 ) . RAM merupakan memory yang bersifat sementara , yang mana jika komputer mati , maka data yang telah tersimpan akan hilang .b . memory eksternal media penyimpanan data atau program – program yang bersifat tetap . Contohnya harddisk , floppy disk , flashdisk , CD-ROM , dll .4 . Perangkat keluaran merupakan perangkat pelengkap komputer untuk menampilkan dan mengeluarkan hasil proses kerja komputer . Contohnya monitor / display , printer , speaker,scanner .

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

normalisasi basis data

Teknik Normalisasi

Normalisasi adalah suatu teknik yang menstrukturkan data dalam cara-cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang behubungan dengan pengolahan data dalam database. Proses normalisasi menghasilkan struktur record yang konsisten secara logik, yang mudah untuk dimengerti, dan sederhana dalam pemeliharaannya.

Ada beberapa macam penyimpangan-penyimpangan (anomalies) yang bisa terjadi akibat desain database yang tidak baik, penyimpangan-penyimpangan tersebut antara lain :

a.) Delete Anomaly
Delete anomaly merupakan suatu proses penghapusan suatu entity logik yang mengakibatkan hilangnya informasi tetang entity yang tidak direlasikan secara logik.

b.) Insert Anomaly
Insert anomaly yaitu suatu proses insert data entity logik yang memerlukan penggeseran data entity logiknya.

c.) Update Anomaly
Update anomaly merupakan suatu proses update data pada suatu entity logik yang mengakibatkan perubahan pada lebih dari satu tempat dalam satu relasi.

Pada proses normalisasi selalu diuji beberapa kondisi seperti : apakah ada kesulitan pada saat menambah (insert), menghapus (delete), mengubah (update), dan membaca (retrive) pada suatu database.

Sebelum mengenal lebih jauh tentang normalisasi, ada beberapa konsep yang perlu diketahui lebih dahulu, antara lain :

a.) Field/Atribut Kunci (Key Field)
Setiap file selalu terdapat kunci dari file yang berupa suatu field atau satu set field yang dapat mewakili record yang ada.
Jika satu kunci terdapat lebih dari satu atribut, maka biasanya disebut dengan kunci campuran/ gabungan (Composite Key).

b.) Kunci Kandidat (Candidate Key)
Merupakan satu atribut atau satu set minimal atribut yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian specific dari entity.

c.) Kunci Primer (Primary Key)
Kunci primer merupakan satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasi secara unik suatu kejadian specific, tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entity.

d.) Kunci Alternatif (Alternate Key)
Adalah kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai primary key.

e.) Kunci Tamu (Foreign Key)
Yaitu suatu atribut atau set minimal atribut yang melengkapi satu hubungan/relasi yang menunjukan ke induknya.
Dalam hal relasi dua buah file yang mempunyai hubungan many to many maka terdapat dua buah kunci tamu pada file konektornya.

f.) Ketergantungan Fungsi (Functional Dependence)
Definisi dari Functional Dependence adalah :
Diberikan sebuah relasi R, atribut Y dan R adalah bergantung fungsi pada atribut X dari R jika dan hanya jika setiap nilai X dalam R punya hubungan dengan tepat suatu nilai Y dalam R (dalam setiap satu waktu).

g.) Ketergantungan Transitif (Transitive Dependence)
Definisi dari keterangan taransitif adalah :
Jika A,B dan C ada dalam satu record dan A tergantung pada B serta B tergantung pada C, maka A tergantunga pada C secara transitif.

Setelah memahami konsep-konsep diatas, maka berikutnya perlu juga diketahui definisi dari tiap-tiap tahap normalisasi, dimana tahap-tahap tersebut sebagai berikut :

a.) Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti format tertentu.

b.) Bentuk Normal Kesatu (1NF/First Norm Form)
Suatu relasi dikatakan dalam bentuk normal kesatu jika ralasi tersebut tidak mengandung group berulang (repeating group).

c.) Bentuk Normal Kedua (2NF/Second Norm Form)
Suatu relasi dikatakan dalam bentuk normal kedua jika relasi tersebut dalam bentuk normal kesatu dan seluruh atribut yang bukan kunci primer tergantung secara fungsional penuh pada kunci primernya.

d.) Bentuk Normal Ketiga (3NF/Third Norm Form)
Suatu relasi dikatakan dalam bentuk normal ketiga jika relasi tersebut dalam bentuk normal kedua dan setiap atributnya tidak tergantung secara transitif terhadap kunci primernya.

e.) Bentuk Normal Keempat (4NF/Fourth Norm Form)
Suatu relasi dikatakan dalam bentuk normal keempat jika relasi tersebut dalam bentuk normal ketiga dan seluruh atribut bukan kunci primer tidak tergantung bernilai banyak pada kunci primernya (multivalued dependence).

Proses perancangan database dapat dimulai dari dokumen dasar yang dipakai dalam system. Langkah-langkah dalam perancangan ini meliputi :

a.) Membentuk sebuah relasi unnormalized.
Semua filed dibuat dalam satu table.
b.) Mengubah relasi unnormalized kedalam bentuk normal kesatu dengan cara memisahkan group berulang kedalam relasi baru, kemudian kunci primernya adalah berupa kunci gabungan dari kunci primer relasi awal ditambah dengan atribut kunci group berulang.
c.) Mengubah bentuk normal kesatu menjadi bentuk normal kedua dengan cara memisahkan atribut-atribut yang tergantung hanya pada sebagian kunci gabungan kedalam relasi baru dengan disertakan atribut kunci yang mengidentifikasikannya sebagai kunci primer relasi yang baru tersebut.
d.) Mengubah bentuk normal kedua kedalam bentuk normal ketiga dengan cara memisahkan atribut yang mempunyai ketergantungan transitif kedalam relasi baru dengan disertakan atribut yang mengidentifikasikannya sebagai kunci primer relasi yang baru tersebut.

e.) Mengubah bentuk normal ketiga kedalam bentuk normal keempat dengan cara memisahkan atribut yang mempunyai ketergantungan nilai banyak kedalam bentuk relasi baru, kemudian kunci primernya adalah kunci gabungan dari kunci primer relasi asal ditambah dengan atribut yang bersangkutan yang dikenal dengan istilah kunci soliter (solitary key).
f.) Gambarkan hubungan antar table relasi yang ada

Contoh diambil dari order pembelian
Langkah-langkah teknik normalisasi :

1. Unnormal
No order tgl No cust Nm cust Almt cust No brg Nm brg Byk brg Hrg sat Jum Tot Pengirim Penerima

Group Berulang

Ket :
Group berulang dimana data value dapat diisi lebih dari 1 kali dalam satu formulir, dalam kasus ini dapat anda lihat dari no barang sampai jumlah adalah group berulang. Maka dapat kita simpulkan maka unnormal ini belum otomatis normal pertama (INF), tetapi jika field dalam satu formulir hanya mengidentifikasi satu nilai saja (group tidak berulang) maka secara otomatis table tersebut sudah normal ke 1.

2. 1NF
No order Tgl No cust Nm cust Almt cust Tot Pengirim Penerima

No brg + no order Nm brg Byk brg Hrg sat jum

3. 2NF
Table pertama sudah normal ke 1, tetapi pada table ke 2 belum normal ke 2 karena nm brg dan hrg sat tergantung hanya pada separuh primary key yaitu tergantung pada no brg mak harus dipisahkan.

Table order
No order Tgl No cust Nm cust Almt cust Tot Pengirim Penerima

Table trans
No brg + no order Byk brg jum

Table brg
No brg Nm brg Hrg sat

4. 3NF
Pada tabelorder belum normal ke 3, karena nama cust dan alamat cust tidak tergantung pada nomor order, tetapi ia tergantung pada no cust maka table tersebut belum normal ketiga, karena adanya ketergantungan transitif maka harus dipisah, adapun pada table trans dan table brg sudah tidak ada ketergantungan transitif maka otomatis sudah normal ke 3.

Tabel order
No order Tgl No cust Tot Pengirim Penerima

Table cust
No cust Nm cust Almt cust

Table trans
No brg + no order Byk brg jum

Table brg
No brg Nm brg Hrg sat

5. 4NF
Karena masing-masing primary key hanya mengidentifikasi satu data value maka secara otomatis table diatas sudah normal ke 4.

6. Hasil Akhir

Table Order
No order Tgl No cust Tot Pengirim penerima

Table cust
No cust Nm cust Almt cust

Table trans
No brg + no order Byk brg jum

Table brg
No brg Nm brg Hrg sat

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

cara mengatasi virus komputer

Virus komputer adalah program komputer yang dapat merusak program normal yang berjalan di komputer kita dengan cara umumnya memperbanyak, mengcopy, atau menyalin dirinya sendiri untuk memakan memori komputer hingga sebanyak-banyaknya sehingga menyebabkan komputer berjalan dengan lambat ketika digunakan. Pengertian virus secara digital dengan virus secara biologis adalah hampir sama yaitu umumnya sifatnya adalah untuk merusak tubuh yang sehat. Jika komputer kita terkena virus kemungkinan besar badan akan terganggu atau tidak sama sekali (namun biasanya efeknya dalam jangka panjang). Virus komputer lahir di dunia ini pertama kali pada tahun 1981. Virus ini menjadi tenar karena menyerang Aplpe Disket II dengan menyisipkan pesan “It will get on all your disks-It will infiltrate your chips-yes it is Cloner!-It will stick to you like glue-It will modify RAM too-send in the Cloner!”. Virus ini dinamakan Elk Cloner dimana mulai mnejangkiti di daerah Texas. Namun walaupun secara fakta virus Elk Cloner adalah virus pertama kali lahir, namun kebanyakan mesyarakat lebih mengakui bahwa virus Brain adalah virus yang justru pertama kali diyakini pertama ada di dunia ini. Hal ini disebabkannya karena efek kerusakan yang ditimbulkannya lebih dahsyat jika di bandingkan virus Elk Cloner. Selain itu walaupun virus Elk Cloner baru dipublikasikan ke public 2 tahun setelah kelahiran sebenarnya. Lahirnya Brain bersamaan dengan adanya Vindent dan PC Write Trojan. Virus Brain merusak DOS dimana hal itu sangat menyita sebagian besar masyarakat pengguna komputer waktu itu.

Sejak saat itu pertualangan virus baru mulai bermunculan di dunia komputer. Saat ini virus kelihatan lebih mengerikan. Biasanya virus menyerang file yang berekstensi *.exe. Virus ini pada awal kemunculannya diberi nama Suriv. Virus ini merupakan salah satu golongan virus jeressulem. Jenis virus ini menyerang mainframe-nya IBM dan berlangsung tidak lama (sekitar satu tahun). Virus Mac Mag dan Scores menyerang Machintosh tahun 1988 karya dari Robert Morrish. Kemudian ada lagi tahun 1989 muncul virus AIDS dimana menyerang hardisk dimana jika dibuka  akan menampilkan informasi tentang AIDS. Virus komputer-pun terus berkembang seiring dengan berkembangnya dengan berkembangnya teknologi software komputer. Seperti perpaduan virus yang menciptakan kombinasi virus macro dan worm. Terdapat juga virus yang mampu menyebar melalui email, virus itu dinamakan Melissa (nama yang cantik bukan).

Semua jenis komputer umumnya tidak dapat merusak hardware secara langsung, namun virus dapat juga merusak hardware dalam jangka yang panjang pada akihirnya. Sebuah virus dapat memaksa suatu hardware hingga memnyebabkan hardware dipaksa kerja melebihi kapasitas normalnya. Hardware yang diserang dapat berupa memori RAM, Display VGA, atau bahkan prosesor (bisa terjadi pada keluarga windows dengan tingkatan mulai dari awal seperti Windows 95, Windows 98/98SE, Windows NT, Windows NT Server, Windows 2000, Windows 2000 Server, Windows 2003, Windows 2003 Server, Windows XP Home Edition, Windows XP Professional, Windows XP Service Pack 1, Windows XP Service Pack 2, bahkan sampai Windows Vista Service Pack 1 dan Vista Ultimate dapat diserang). Selain itu Anda jarang mendengar bahwa dengan memakai Linux maka Anda akan aman, namun aman disini bukan berarti tidak ada bahaya sama sekali, karena ada juga beberapa virus yang dapat menyerang system operasi Linux.

Cara Mengatasi Virus Komputer

Sejauh ini kebanyakan digunakan orang untuk membasmi dan menghindari agar komputernya bebas dari serangan virus adalah dengan menggunakan anti virus. Sejauh ini perkembangan virus yang sangat cepat itu tidak bisa dikontrol. Oleh karena itu salah satu usaha yang maksimal untuk mengatasinya adalah dengan cara mencegah agar komputer kita tidak terkena virus dengan menggunakan piranti lunak seperti anti virus. Sebuah software antivirus dapat mencegah virus untuk datang  ke komputer kita dengan syarat basis data virus komputer yang dimiliki oleh perangkat lunak antivirus kita telah mengandung dan memiliki kode untuk mencegah dan menghapus virus tersebut dari komputer kita. Saat ini mungkin anti-virus yang mungkin sudah akrab dengan telinga kita adalah AVG, PC-MAV,Norton Security, McAfee, Norman (sama dengan nama dosen saya), Kapersky (yang sedang saya pakai), Anvast, dan masih banyak lagi.

Kebanyakan jenis komputer yang dipakai di Indonesia adalah jenis komputer Personal Computer (PC) alias komputer yang pemakaianya untuk pribadi. Namun jika kita lihat perkembangannya untuk zaman sekarang, maka hal itu kayaknya susah untuk dilakukan. Karena komputer PC kita mau gak mau, suka gak suka harus berhubungan dengan komputer lain, hal inilah yang menyebabkan penyebaran virus komputer dapat lebih mudah dan cepat. Keadaan yang menyebabkan komputer kita harus terhubung dengan komputer lainnya ini dapat berupa koneksi internet, media penyimpanan, dan intranet.

10 Tips Mencegah Virus ke Komputer

Berikut ini beberpa tips untuk mencegah virus ke komputer:

1.      Jika Anda melakukan kegiatan browsing dengan internet, maka harap berhati-hati untuk tidak mengklik link sembarangan. Sering kali kita mendapat pesan atau email dengan mengajak kita untuk mengklik suatu situs tertentu. Telitilah secara cermat apakah benar-benar link yang akan klik itu benar-benar aman! Jika Anda tidak ingin ambil pusing, maka abaikan saja (atau langsung di delete) pesan atau email yang tidak dikenal tersebut. Perlu Anda ketahui bahwa situs dapat disusupkan ke kode HTML Web, sehingga bisa saja komputer Anda terkena situs jika Anda berkunjung ke situs yang mengandung virus.

2.      Jika Anda type rajin, maka jangan laupa untuk sering memback-up data yang penting (bisa Anda Zip atau Rar atau bisa Anda pindahkan ke flash disk yang sengaja untuk menyimpan data yang penting). Hal ini bertujuan jika sewaktu-waktu komputer Anda harus di format ulang karena terkena virus, maka Anda tidak akan kehilangan data-data yang penting.

3.       Jika Anda menganggap bahwa berkirim email sangatlah penting, dimana sama pentingnya jika Anda mengirim SMS, maka usahakan (tidak wajib, tapi kalau bisa dilakukan dan memungkinkan) agar mengirim email dengan menggunakan format teks. Karena jika Anda mengirim dalam format html (biasanya tujuannya untuk mempercantik tampilan email) maka akan lebih mudah disusupi oleh virus tertentu.

4.      Jika Anda menerima email dengan disertai dengan adanya attachments, maka hati-hatilah ketika mendownload atau membukanya. Karena biasanya hal ini merupakan salah satu media favorit untuk menyebarkan virus.

5.      Jika Anda menyenangi dengan produk, ebook, software dan sebagainya yang sifatnya gratis yang ada di internet, maka pastikan Anda mendapatkannya (mendownload) dari situs yang sudah dapat dipercaya, hal ini dapat dicari dengan mencari review-nya apakah banyak direkomendasikan orang atau sebaliknya. Setelah itu, ketika penginstalannya (misal software gratisan)  maka lakukan scanig installer sebelum melakukan penginstalan.

6.      Pastikan bahwa system operasi yang Anda gunakan sering Anda update, hal ini bertujuan untuk menutup lubang security. Virus dan antivirus adalah ibarat 2 individu yang saling berkejaran dan saking mengalahkan. Begitu juga dengan sebuah system operasi, semakin sering sistem operasi tersebut maka semakin kecil lubang keamanan yang dapat dimasuki oleh sebuah virus.

7.      Bagaimana jika kita ingin melakukan transfer data dengan menggunakan alat seperti disket (jaman jadul), flash-disk, dan hardisk eksternal? Bagaimana agar proses transfer tersebut dapat berjalan lancar dan aman? Cara terbaik untuk menjawab pertanyaan tersebut pasti Anda sudah mengetahuinya adalah dengan cara untuk tidak melakukan scanning dengan menggunakan anti-virus.

8.      Tips yang sangat wajib dianjurkan (karena sebagian besar orang menggunakan cara ini ) yaitu dengan cara menginstall antivirus di komputer Anda. Gunakanlah antivirus yang bagus, dan seperti kita ketahui banyak berbagai alternative program antivirus yang dapat Anda gunakan.Ada yang sifatnya gratis adapula yang sifatnya berbayar, sekarang tergantung kepada pilihan kebutuhan Anda. Untuk mengetahui anti virus yang bagus, maka Anda dapat mencari informasinya dengan membaca review yang banyak bertebaran di internet pada situs yang terpercaya.

9.      Terkadang memang jika menggunakan anti virus maka komputer akan berjalan sedikit lebih lambat, hal inilah poin negatifenya, namun semua itu saya serahkan kepada Anda. Namun jika Anda menginginkan keamanan untuk komputer Anda maka jangan lupa untuk selalu menjalankan anti-virus di komputer Anda, terutama pada kegiatan browsing di internet dan transfer data.

10.  Langkah terakhir jika Anda menggunakan sebuah anti virus adalah dengan cara jangan lupa untuk selalu mengupdate anti virus Anda. Seperi yang ditulis pada paragrapf sebelumnya, perkembangan mutasi virus tidak-lah statis (terus berkembang), oleh karena itu jangan lupa untuk sering mengup-date anti virus Anda.

Menggunakan Kapersky 7 Bisa Diupdate On Line

Jika Anda melakukan update untuk software antivirus Kapersky secara on-line, namun akhirnya diblokir dari server Kapersky karena licency yang digunakan adalah hasil Crack alias bajakan, maka berikut ada cara rahsia untuk dapat membobolnya:

1.  Cara yang digunakan adalah dengan menggunakan Blacklist Kav dengan menggunakan program Patch KAV, silahkan download disini !

2. Silahkan masuk ke KAV Control Panel => Pilih menu Settings => Klik Service => dan matikan pilihan Self Defence [uncheck].

3.  Hapus semua Key yang terdaftar pada KAV Control Panel.

4. Keluar dari KAV Control Panel dengan cara klik kanan pilih exit pada Taskbar Icon Tray KAV [yang berada di pojok kanan bawah].

5. Copy-kan program Patch KAV ke dalam folder KAV. [biasanya di C:\Program Files\Kaspersky Lab\]

6. Tekan tombol Clean pada program Patch KAV tersebut.

7. Lalu klik Patch Kaspersky Antivirus.

8. Keluar dari program Patch KAV.

9. Kemudian nyalakan kembali KAV Control Panel, lalu centang kembali Self Defence dan masukkan Key baru.

Sekarang tidak perlu khawatir, apakah akan diblacklist atau tidak, karena sudah dipatch. Berberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • “Tips Program Patch” diatas dapat juga digunakan untuk Kapersky Versi 7 [Kaspersky Internet Security].
  • Sayanganya “Tips Program Patch” diatas tidak bisa digunakan untuk KAV / KIS sebelum versi 7.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

sejarah virus komputer

Virus komputer pertama kalinya tercipta bersamaan dengan komputer. Pada tahun 1949, salah seorang pencipta komputer, John von Newman, yang menciptakan Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC), memaparkan suatu makalahnya yang berjudul “Theory and Organization of Complicated Automata”. Dalam makalahnya dibahas kemungkinan program yang dapat menyebar dengan sendirinya. Perkembangan virus komputer selanjutnya terjadi di AT&T Bell Laboratory salah satu laboratorium komputer terbesar di dunia yang telah menghasilkan banyak hal, seperti bahasa C dan C++.1 Di laboratorium ini, sekitar tahun 1960-an, setiap waktu istirahat para peneliti membuat permainan dengan suatu program yang dapat memusnahkan kemampuan membetulkan dirinya dan balik menyerang kedudukan lawan. Selain itu, program permainan dapat memperbanyak dirinya secara otomatis. Perang program ini disebut Core War, yaitu pemenangnya adalah pemilik program sisa terbanyak dalam selang waktu tertentu. Karena sadar akan bahaya program tersebut, terutama bila bocor keluar laboratorium tersebut, maka setiap selesai permainan, program tersebut selalu dimusnahkan. Sekitar tahun 1970-an , perusahaan Xerox memperkenalkan suatu program yang digunakan untuk membantu kelancaran kerja. Struktur programnya menyerupai virus, namun program ini adalah untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin dan pada waktu yang bersamaan dua tugas dapat dilakukan. Pada tahun 1980-an, perang virus di dunia terbuka bermula atas pemaparan Fred Cohen, seorang peneliti dan asisten profesor di Universitas Cincinati, Ohio. Dalam pemaparannya, Fred juga mendemonstrasikan sebuah program ciptaannya, yaitu suatu virus yang dapat menyebar secara cepat pada sejumlah komputer. Sementara virus berkembang, Indonesia juga mulai terkena wabah virus. Virus komputer ini pertama menyebar di Indonesia juga pada
tahun 1988. Virus yang begitu menggemparkan seluruh pemakai komputer di Indonesia, saat itu, adalah virus ©Brain yang dikenal dengan nama virus Pakistan.

Pengertian Virus Komputer

Istilah virus komputer tak asing lagi bagi kalangan pengguna komputer saat ini. Padahal, sekitar 12 tahun yang lalu, istilah ini telah dikenal oleh masyarakat pengguna komputer. Baru pada tahun 1988, muncul artikel-artikel di media massa yang dengan gencar memberitakan mengenai ancaman baru bagi para pemakai komputer yang kemudian dikenal dengan sebutan ‘virus komputer’. Virus yang terdapat pada komputer hanyalah berupa program biasa, sebagaimana layaknya program-program lain. Tetapi terdapat perbedaan yang sangat mendasar pada virus komputer dan program lainnya. Virus dibuat oleh seseorang dengan tujuan yang bermacam-macam, tetapi umumnya para pembuat virus hanyalah ingin mengejar popularitas dan juga hanya demi kesenangan semata. Tetapi apabila seseorang membuat virus dengan tujuan merusak maka tentu saja
akan mengacaukan komputer yang ditularinya.

Kemampuan Dasar Virus Komputer

Definisi umum virus komputer adalah program komputer yang biasanya berukuran kecil yang dapat meyebabkan gangguan atau kerusakan pada sistem komputer dan memiliki beberapa kemampuan dasar, diantaranya adalah :

Kemampuan untuk memperbanyak diri
Yakni kemampuan untuk membuat duplikat dirinya pada file-file atau disk-disk yang belum ditularinya, sehingga lama-kelamaan wilayah penyebarannya semakin luas.

Kemampuan untuk menyembunyikan diri
Yakni kemampuan untuk menyembunyikan dirinya dari perhatian user, antara lain dengan cara-cara berikut :
a. Menghadang keluaran ke layar selama virus bekerja, sehingga pekerjaan virus tak tampak oleh user.
b. Program virus ditempatkan diluar track2 yang dibuat DOS (misalkan track 41)
c. Ukuran virus dibuat sekecil mungkin sehingga tidak menarik kecurigaan.

Kemampuan untuk mengadakan manipulasi
Sebenarnya rutin manipulasi tak terlalu penting. Tetapi inilah yang sering mengganggu. Biasanya rutin ini dibuat untuk :
a. Membuat tampilan atau pesan yang menggangu pada layer monitor
b. Mengganti volume label disket
c. Merusak struktur disk, menghapus file-file
d. Mengacaukan kerja alat-alat I/O, seperti keyboard dan printer

Kemampuan untuk mendapatkan informasi
Yakni kemampuan untuk mendapatkan informasi tentang struktur media penyimpanan seperti letak boot record asli, letak table partisi, letak FAT3, posisi suatu file, dan sebagainya.

Kemampuan untuk memeriksa keberadaan dirinya
Sebelum menyusipi suati file virus memeriksa keberadaan dirinya dalam file itu dengan mencari ID (tanda pengenal) dirinya di dalam file itu. File yang belum tertular suatu virus tentunya tidak mengandung ID dari virus yang bersangkutan. Kemampuan ini mencegah penyusupan yang berkali-kali pada suatu file yang sama.

2.4 Jenis-jenis virus komputer

Berikut ini akan dibahas jenis-jenis virus yang penulis simpulkan dari berbagai sumber, baik sumber pustaka maupun sumber dari internet.

2.4.1 Berdasarkan Teknik Pembuatannya

a. Virus yang dibuat dengan compiler
Adalah virus yang dapat dieksekusi karena merupakan virus yang telah di compile sehingga menjadi dapat dieksekusi langsung. Virus jenis ini adalah virus yang pertama kali muncul di dunia komputer, dan sampai sekarang terus berkembang pesat. Biasanya virus jenis ini dibuat dengan bahasa pemrograman tingkat rendah yang disebut dengan assembler, karena dengan menggunakan assembler program yang dihasilkan lebih kecil dan cepat, sehingga sangat cocok untuk membuat virus. Tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk membuat virus dengan menggunakan bahasa pemrograman lainnya seperti C dan Pascal baik dilingkungan DOS maupun Windows .
Mungkin virus jenis ini adalah virus yang paling sulit untuk dibuat tetapi karena dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman dan berbentuk bahasa mesin maka keunggulan dari virus ini adalah mampu melakukan hampir seluruh manipulasi yang mana hal ini tidak selalu dapat dilakukan oleh virus jenis lain karena lebih terbatas.

b. Virus Macro

Banyak orang salah kaprah dengan jenis virus ini, mereka menganggap bahwa virus Macro adalah virus yang terdapat pada program Microsoft Word. Memang hampir seluruh virus Macro yang ditemui merupakan virus Microsoft Word. Sebenarnya virus Macro adalah virus yang memanfaatkan fasilitas pemrograman modular pada suatu program aplikasi tertentu seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowePoint, Corel WordPerfect, dan sebagainya. Tujuan dari fasilitas pemrograman modular ini adalah untuk memberikan suatu kemudahan serta membuat jalan pintas bagi
aplikasi tersebut. Sayangnya fungsi ini dimanfaatkan oleh pembuat-pembuat virus untuk membuat virus didalam aplikasi tersebut. Walaupun virus ini terdapat didalam aplikasi tertentu tetapi bahaya yang ditimbulkan tidak kalah berbahanya dari virus-virus yang lain.

c. Virus Script/ Batch

Pada awalnya virus ini lebih dikenal dengan virus batch karena dulu terdapat pada file batch yang terdapat pada DOS, sekarang hal ini telah berganti menjadi script. Virus script biasanya sering didapat dari Internet karena kelebihannya yang fleksibel dan bisa berjalan pada saat kita bermain internet, virus jenis ini biasanya menumpang pada file HTML (Hype Text Markup Language) dibuat dengan menggunakan fasilitas script seperti Javascript, VBscript,4 maupun gabungan antara script yang mengaktifkan program Active-X dari Microsoft Internet Explorer.

Berdasarkan yang dilakukan

a. Virus Boot Sector
Virus Boot Sector adalah virus yang memanfaatkan gerbang hubungan antara komputer dan media penyimpan sebagai tempat untuk menularkan virus. Apabila pada boot sector terdapat suatu program yang mampu menyebarkan diri dan mampu tinggal di memory selama komputer bekerja, maka program tersebut dapat disebut virus. Virus boot sector terbagi dua yaitu virus yang menyerang disket dan virus yang menyerang disket dan tabel partisi.
b. Virus File
Virus file merupakan virus yang memafaatkan suatu file yang dapat diproses langsung pada editor DOS, seperti file berekstensi COM, EXE, beberapa file overlay, dan file BATCH. Virus umumnya tidak memiliki kemampuan untuk menyerang di semua file tersebut. Virus file juga dikelompokkan berdasarkan dapat atau tidaknya tingga di memory.
c. Virus System
Virus sistem merupakan virus yang memanfaatkan file-file yang dipakai untuk membuat suatu sistem komputer. Contohnya adalah file dengan berekstensi SYS, file IBMBIO.COM, IBMDOS.COM, atau COMMAND.COM.
d. Virus Hybrid
Virus ini merupakan virus yang mempunyai dua kemampuan biasanya dapat masuk ke boot sector dan juga dapat masuk ke file. Salah satu contoh virus ini adalah virus Mystic yang dibuat di Indonesia.
e. Virus Registry WIndows
Virus ini menginfeksi operating system yang menggunakan Windows 95/98/NT biasanya akan mengadakan infeksi dan manipulasi pada bagian registry Windows sebab registry adalah tempat menampung seluruh informasi komputer baik hardware maupun software. Sehingga setiap kali kita menjalankan Windows maka virus akan dijalankan oleh registry tersebut.
f. Virus Program Aplikasi
Virus ini merupakan virus Macro, menginfeksi pada data suatu program aplikasi tertentu. Virus ini baru akan beraksi apabila kita menjalankan program aplikasi tersebut dan membuka data yang mengandung virus.

Berdasarkan media penyebarannya

a. Penyebaran dengan media fisik
Media yang dimaksudkan bisa dengan disket, CD-ROM (Compact Disc Read Only Memory), harddisk, dan sebagainya. Untuk CD-ROM, walaupun media ini tidak dapat dibaca tetapi ada kemungkinan suatu CD-ROM mengandung virus tertentu, walaupun kemungkinannya kecil, tetapi seiring dengan berkembangnya alat CD-R/CD-RW yang beredar dipasaran maka kemungkinan adanya virus didalam CD-ROM akan bertambah pula. Untuk saat ini virus jenis ini yang menjadi dominan dari seluruh virus yang ada. Virus ini akan menular pada komputer yang masih belum tertular apabila terjadi pengaksesan pada file/media yang mengandung virus yang diikuti dengan pengaksesan file/media yang masih bersih, dapat juga dengan mengakes file/media yang masih bersih sedangkan di memori komputer terdapat virus yang aktif.

b. Penyebaran dengan Media Internet
Akhir-akhir ini virus yang menyebar dengan media sudah semakin banyak, virus ini biasanya menyebar lewat e-mail ataupun pada saat kita mendownload suatu file yang mengandung virus. Juga ada beberapa virus yang secara otomatis akan menyebarkan dirinya lewat e-mail apabila komputer memiliki hubungan ke jalur internet

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

sistem informasi manajemen

Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.

Tujuan Umum

  • Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
  • Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
  • Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).

Proses Manajemen

Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:

  • Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
  • Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.

Bagian

SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:

  • Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.
  • Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
  • Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
  • Sistem informasi personalia (personal information systems).
  • Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
  • Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).
  • Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
  • Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).
  • Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).
  • Sistem informasi analisis software
  • Sistem informasi teknik (engineering information systems).

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

prilaku organisasi

Perilaki Organisasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana seharusnya perilaku tingkat individu, tingkat kelompok, serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupun organisasi).

Perilaku organisasi juga dikenal sebagai Studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi dan psikologi. Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang Sumber daya manusia dan psikologi industri serta perilaku organisasi.

Tinjauan umum

Studi organisasi adalah telaah tentang pribadi dan dinamika kelompok dan konteks organisasi, serta sifat organisasi itu sendiri. Setiap kali orang berinteraksi dalam organisasi, banyak faktor yang ikut bermain. Studi organisasi berusaha untuk memahami dan menyusun model-model dari faktor-faktor ini.

Seperti halnya dengan semua ilmu sosial, perilaku organisasi berusaha untuk mengontrol, memprediksikan, dan menjelaskan. Namun ada sejumlah kontroversi mengenai dampak etis dari pemusatan perhatian terhadap perilaku pekerja. Karena itu, perilaku organisasi (dan studi yang berdekatan dengannya, yaitu psikologi industri) kadang-kadang dituduh telah menjadi alat ilmiah bagi pihak yang berkuasa. Terlepas dari tuduhan-tuduhan itu, Perilaku Organisasi dapat memainkan peranan penting dalam perkembangan organisasi dan keberhasilan kerja.

Sejarah

Meskipun studi ini menelusuri akarnya kepada Max Weber dan para pakar yang sebelumnya, studi organisasi biasanya dianggap baru dimulai sebagai disiplin akademik bersamaan dengan munculnya manajemen ilmiah pada tahun 1890-an, dengan Taylorisme yang mewakili puncak dari gerakan ini. Para tokoh manajemen ilmiah berpendapat bahwa rasionalisasi terhadap organisasi dengan rangkaian instruksi dan studi tentang gerak-waktu akan menyebabkan peningkatan produktivitas. Studi tentang berbagai sistem kompensasi pun dilakukan.

Setelah Perang Dunia I, fokus dari studi organisasi bergeser kepada analisis tentang bagaimana faktor-faktor manusia dan psikologi mempengaruhi organisasi. Ini adalah transformasi yang didorong oleh penemuan tentang Dampak Hawthorne. Gerakan hubungan antar manusia ini lebih terpusat pada tim, motivasi, dan aktualisasi tujuan-tujuan individu di dalam organisasi.

Para pakar terkemuka pada tahap awal ini mencakup:

Perang Dunia II menghasilkan pergeseran lebih lanjut dari bidang ini, ketika penemuan logistik besar-besaran dan penelitian operasi menyebabkan munculnya minat yang baru terhadap sistem dan pendekatan rasionalistik terhadap studi organisasi.

Pada tahun 1960-an dan 1970-an, bidang ini sangat dipengaruhi oleh psikologi sosial dan tekanan dalam studi akademiknya dipusatkan pada penelitian kuantitatif.

Sejak tahun 1980-an, penjelasan-penjelasan budaya tentang organisasi dan perubahan menjadi bagian yang penting dari studi ini. Metode-metode kualitatif dalam studi ini menjadi makin diterima, dengan memanfaatkan pendekatan-pendekatan dari antropologi, psikologi dan sosiologi.

[sunting] Keadaan bidang studi ini sekarang

Perilaku organisasi saat ini merupakan bidang studi yang berkembang. Jurusan studi organisasi pada umumnya ditempatkan dalam sekolah-sekolah bisnis, meskipun banyak universitas yang juga mempunyai program psikologi industri dan ekonomi industri pula.

Bidang ini sangat berpengaruh dalam dunia bisnis dengan para praktisi seperti Peter Drucker dan Peter Senge yang mengubah penelitian akademik menjadi praktik bisnis. Perilaku organisasi menjadi semakin penting dalam ekonomi global ketika orang dengan berbagai latar belakang dan nilai budaya harus bekerja bersama-sama secara efektif dan efisien. Namun bidang ini juga semakin dikritik sebagai suatu bidang studi karena asumsi-asumsinya yang etnosentris dan pro-kapitalis (lihat Studi Manajemen Kritis)

Tantangan Bisnis yang akan datang

  1. Masalah: Meningkatnya produktivitas tenaga kerja. Tantangan bisnis ke depan adalah bagaimana menciptakan keunggulan bersaing dan mempertahankan kesinambungan bisnis sehingga tuntutan peningkatan produktivitas kerja menjadi suatu keharusan. Upaya peningkatan produktivitas kerja diantaranya melalui perubahan perilaku.
  2. Peningkatan keahlian tenaga kerja. Keahlian dinyatakan dalam 3 bentuk: keahlian berkonsep, keahlian teknis dan keahlian teknologi.
  3. Menurunnya tingkat kesetiaan karyawan
  4. Respon atas era globalisasi (hilangnya batas waktu dan ruang), yakni globalisasi ekonomi dan globalisasi perusahaan.
  5. Budaya keanekaragaman tenaga kerja.
  6. Munculnya peniru temporer, yakni terdapat pergantian karena adanya persaingan sehingga daur hidup produk semakin singkat. Untuk itu produk yang jenuh membutuhkan inovasi-inovasi, salah satunya dengan cara menaikkan tingkat ketrampilan.
  7. Peningkatan kualitas pelayanan, produk, dan layanan purna jual.
  8. Tuntutan dalam beretika bisnis.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized